Boco kopi adalah sebuah warung kopi yang beralamat di pinggiran kota pekanbaru tepatnya di Jl. Air dingin, Marpoyan. Yang masih merupakan menjadi bagian dari kawasan lingkungan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR).
Pertama kali berdiri pada pertengahan Mei 2018 dirintis oleh empat orang sekawan salah satunya adalah Azis Febriyadi yang juga merangkap sebagai barista di kedai kopi tersebut. terbentuk awalnya atas dasar keinginan membuka kedai kopi sekaligus menghidupkan suatu ruang bagi para seniman marpoyan khususnya Universitas Islam Riau (UIR).
"kenapa harus UIR, karena hingga saat ini belum ada wadah yang benar-benar bisa menampung mahawiswa UIR untuk lebih mengeksepresikan jiwa seni mereka dalam hal agar dapat melakukan konsolidasi, diskusi, maupun media pembelajaran eksternal di luar lingkungan kampus" ujar Azis Febriyadi.
Awal mulanya sempat terpikirkan untuk memberi nama warung tersebut dengan nama "kumbala" yang memiliki arti gubuk penjaga namun dikarenakan beberapa pertimbangan dan beratnya pemaknaan dari nama tersebut akhirnya di batalkan dan di pilihlah nama "Boco Kopi" yang lebih mudah dipahami dan di ingat para pengunjung.
Pengunaan Perabotan sendiri Boco Kopi lebih mengutamakan pemanfaatan alam dengan hampir semua perabot di Boco terbuat dari kayu dan dapat digambarkan dengan istilah back to nature.
Mengusung konsep rumah baca dan juga ruang berkumpulnya para seniman Boco Kopi terus konsisten melakukan berbagai macam kegiatan kreatif untuk menarik minat pelanggan agar tidak merasa jemu dengan tampilan warung tersebut.
Adapun kegiatan kreatif tersebut dilakukan setiap hari dengan memakai tema yang berbeda-beda antara lain: Hari Senin untuk "Senin produktif", Hari Selasa untuk "Selasa Puisi", Hari Rabu untuk "Sore Kreatif", Hari Kamis untuk "Tukang Gambar", Hari jumat dan Sabtu bebas, dan hari Minggu untuk "English Day".
Selain berbagai macam kegiatan kreatif diatas, Boco Kopi juga memiliki Program Ekspedisi dengan nama "Ngopi Di Pulau" yang juga sudah berlangsung hingga volt ke tiga dan akan terus diagendakan untuk selanjutnya.
![]() |
| Salah satu kegiatan kreatif di Boco kopi "Gitar Kosong" Sumber : Foto (Azis/Boco kopi) |
Untuk kedepannya sendiri Boco Kopi akan terus mengembangkan konsep sehingga terus eksis meski dengan tampilan yang sederhana.
Varian menu sendiri bermacam-macam mulai dari Kopi Vietnam, Kopi Tubruk, Kopi Susu, dan lain sebagainya tersedia di Boco Kopi dengan harga yang relatif lebih murah dari umumnya.
Untuk masalah pekerja sendiri Azis Febriyadi menjelaskan Boco Kopi tidak mengenal Istilah pekerja karena di warung kopi mereka yang menjadi bagian dari Boco Kopi itu memiliki andil masing-masing dan saling bahu-membahu dalam mengembangkan usaha tersebut.
Hal tersebut dibenarkan oleh Eko yang merupakan orang yang menjadi bagian internal dari Boco Kopi ia mengatakan mereka melakukan pekerjaan tanpa mengenal atasan maupun bawahan semua saling mendukung untuk kemajuan bersama.
"Kami semua disini melakukan kesenenagan dalam bekerja tanpa mengenal istilah bos maupun anak buah sehingga keakraban antar sesama kawan lebih terasa." tambah Eko.
Sementara itu Respon pelanggan yang datang ke Boco Kopi pun beragam mengenai kesan mereka menikmati menyeduh kopi di warung tersebut, salah satunya adalah Dwiky yang memang sebagai seorang penikmat Kopi ia beranggapan bahwa Boco Kopi memiliki tempat tersendiri bagi penikmat kopi karena mengusung kosep ruang terbuka.
"Boco memiliki ciri khas tersendiri dari tempat ngopi lainnya di pekanbaru, dengan tampilan sederhana dan ruang terbukanya. Selain itu boco juga mengusung konsep rumah baca dan seni sehingga para pelanggan bisa menikmati kopi sambil membaca atau melihat kreatifitas seniman serta terlibat langsung didalamnya." ujar Dwiky.

